Tragedi Cireundeu
Setelah ku selesai menjaga pos 1 di Cireundeu, aku pergi ke pos terakhir untuk menanyakan 'apakah anak-anak lancar sampai pos terakhir?' kata mereka "lancar".
Aku kembali ke posku untuk mengambil tas, tetapi mereka (teman-temanku) telah sampai tengah jalan. Aku meminjam sepeda temanku (Danang) untuk cepat aku sampai ke mereka.
Aku ke teman-temanku dengan susah payah kubawa sepeda. Danang berkata padaku bahwa sepeda itu tidak ada remnya. Aku sampai ke teman-temanku, ku ambil tas dan jaketku.
"Man, anterin aku kebawah !" kata Bagus,
"Tapi, Gus. Gak ada rem !" ucapku,
" Udahlah ayo !" ucapnya lagi,
"Tapi Gus...!?" ucapku,
"Udahlah...." ucapnya lagi, dengan memaksa,
"Ya udah terserah" kataku dengan pasrah.
Ku bawa sepeda dengan menggonceng Bagus, ternyata Bagus membawa seekor anak kucing. Dia membawa anak kucing itu untuk menakuti anak-anak di pos terakhir. Aku lupa bahwa jalan yang akan ku lewati menurun.
Kubawa sepeda dengan hati-hati, kutahan laju sepeda dengan sepatuku, tetapi sia-sia. Kucoba bertahan dan menjaga keseimbangan sepeda. Tapi tetap sia-sia saja, malah menambah cepat kecepatan sepeda itu.
"MAN, BELOK MAN ......, MAN BELOK....." teriak Bagus,
"GAK BISA GUS, SUSAH......" Teriakku.
Aku berpikir jika aku berbelok, aku akan bercipika cipiki dengan aspal serta batu-batu yang bulat dan tajam, tetapi jika aku lanjut maju, maka aku akan menabrak pos terakhir, dan aku, Bagus akan jatuh ke jurang yang cukup dalam.
Tak kusangka pandanganku kabur, aku mulai lemas, stang ku coba ku pegang kuat-kuat. Aku teriak sejadi-jadinya "Aaaaaaaaaaaaaa......................". Tapi itu lebih baik daripada Bagus, Bagus teriak dengan tanggung-tanggung "Huaaaa....Huaaaaa.......Huaaa.......". Akhirnya tanganku terlepas dari stang sepeda, dan pantatku sakit terkena ban yang melaju, karena aku telah terlempar dari jok sepeda. Bagus terlempar dan jatuh.
Lebih tak kusangka ternyata kucing yang di bawa Bagus, tidak kenapa-napa. Tanganku terluka tetapi tidak parah, tetapi Bagus mengalami luka parah yang terdapat pada lengan kanannya.
Kejadian ini sangat tragis (menurutku), tetapi sangat lucu, karena kucing itu sehat-sehat saja seperti tidak dosa sama sekali. Aku tertawa dan Bagus pun ikut tertawa sembari menahan sakit. SPEKTAKULER
Tidak ada komentar:
Posting Komentar